Keberhasilan ini membuktikan bahwa Bali kini memiliki infrastruktur dan tenaga medis yang mampu menjalankan prosedur jantung rumit dengan standar internasional.
Prosedur ini juga didukung oleh program CSR dari HKAMG, yang bertujuan membantu pasien dengan stenosis aorta berat yang selama ini terhambat biaya tinggi atau risiko bedah konvensional.
Melalui program ini, inovasi medis diharapkan tidak hanya menjadi etalase teknologi, tetapi benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Misi Kurangi Berobat ke Luar Negeri
Kehadiran pusat spesialis kardiovaskular di KEK Sanur ini menjadi jawaban atas tingginya angka pasien Indonesia yang selama ini memilih berobat ke luar negeri.
Dengan tersedianya layanan TAVI dan perawatan jantung intervensi lainnya di dalam negeri, devisa negara diharapkan dapat terjaga sekaligus memperkuat posisi Bali sebagai destinasi wisata medis global.
Chief of Commercial & Operations PT Pertamedika Bali Hospital, Dr. Noel Yeo, menyatakan bahwa kerja sama ini adalah langkah strategis untuk memperkuat ekosistem layanan kesehatan berstandar global.
“Di BIH, kami terus memastikan kesiapan infrastruktur, ketersediaan perangkat medis, serta dukungan obat-obatan berstandar internasional agar setiap prosedur dapat dilakukan secara aman dan optimal. Melalui kolaborasi dengan SCVC, kami berharap dapat menghadirkan layanan kardiovaskular yang lebih komprehensif,” kata Dr. Noel Yeo.






