Sementara itu, setoran pajak kumulatif sejak 2000 hingga 2025 mencapai Rp277 triliun, dengan kontribusi sekitar Rp27 triliun pada tahun lalu.
Baca Juga: Bank Mandiri Dorong Sinergi Bisnis Digital Lewat Kopra by Mandiri di 2026
Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menekankan bahwa dukungan ini bukan sekadar target bisnis, melainkan tanggung jawab sebagai bagian ekosistem BUMN untuk memperluas dampak ekonomi.
“Melalui pembiayaan yang terukur, penguatan ekosistem usaha, dan pendampingan yang berkelanjutan, kami ingin memastikan UMKM, desa, dan sektor-sektor strategis memiliki ruang tumbuh yang sehat agar manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih merata,” ujarnya.
Komitmen Keberlanjutan
Di sisi keberlanjutan, Bank Mandiri mengintegrasikan prinsip ESG melalui tiga pilar: Sustainable Banking, Sustainable Operation, dan Sustainability Beyond Banking.
Hingga Desember 2025, portofolio pembiayaan berkelanjutan mencapai Rp316 triliun, tumbuh 8 persen year-on-year, dengan pembiayaan hijau Rp166 triliun dan sosial Rp150 triliun. Pangsa pasar pembiayaan hijau bank ini lebih dari 35 persen di antara tiga bank besar nasional.
Baca Juga: Jangan Ragukan! Bank Mandiri Komit Perkuat Ekonomi Kerakyatan dan UMKM
Pada operasional berkelanjutan, Bank Mandiri menuju Net Zero Emission (NZE) pada 2030 melalui pemantauan jejak karbon digital, optimalisasi gedung hijau, penggunaan kendaraan listrik dan hybrid, serta pemasangan panel surya. Tata kelola diperkuat dengan peningkatan keamanan siber, perlindungan data nasabah, dan transparansi.






