Di sisi pembiayaan, bank ini memperluas akses kredit UMKM. Dari Januari hingga November 2025, penyaluran kredit telah mencapai Rp74,9 triliun.
Baca Juga: Bank Mandiri Cegah Stunting Lewat Gizi dan Air Bersih
Sementara itu, untuk mendukung layanan keuangan, Bank Mandiri mengoptimalkan aplikasi Livin’ Merchant sebagai enhanced point of sales (POS), yang telah digunakan oleh lebih dari 3 juta pelaku usaha.
Puncak komitmen terbaru terlihat dalam kolaborasi dengan Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) melalui ajang International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2026.
Acara ini menjadi platform strategis untuk menguatkan kapasitas dan daya saing UMKM, dengan fokus pada pengembangan kreativitas berbasis kearifan lokal.
Jan Winston menyebutkan, kolaborasi tersebut menegaskan komitmen perseroan dalam mendukung penguatan UMKM sektor kreatif melalui pengembangan kreativitas berbasis kearifan lokal.
Inisiatif ini diharapkan dapat mendorong peningkatan daya saing sekaligus memperluas peluang ekspor produk kerajinan lokal ke pasar global.
Baca Juga: Bank Mandiri Pacu Ekonomi Sirkular di Perfume Pop Market 2026
“Kolaborasi ini merupakan platform strategis yang mempertemukan kreativitas, nilai budaya, dan peluang usaha, sehingga relevan dengan komitmen kami dalam membangun ekosistem UMKM yang terintegrasi,” ujar Jan Winston.
Sepanjang 2025, lebih dari 2.500 tenant UMKM dari berbagai wilayah serta total kunjungan melampaui 140.000 pengunjung telah berpartisipasi dalam Inacraft. Capaian ini menunjukkan potensi sektor kriya sebagai penggerak ekonomi kreatif yang inklusif dan bernilai tambah.






