Baca Juga: Penerbitan Obligasi Rupiah II Tahun 2024 Oversubscribed, BUMA Kantongi Dana Rp1 Triliun
Pendekatan hati-hati ini terbukti efektif menarik basis investor yang luas. Distribusi investor didominasi oleh fund manager dan asset manager sebesar 85 persen, disusul perbankan 8 persen, lembaga pemerintah dan sovereign wealth funds 3 persen, asuransi 3 persen, serta private bank 1 persen.
Secara geografis, mayoritas peminat berasal dari Asia (69 persen), diikuti wilayah Eropa, Timur Tengah, dan Afrika atau EMEA (26 persen), serta investor Amerika Serikat offshore (5 persen).
Peringkat Investasi BBB
Surat utang yang dicatatkan di Singapore Exchange ini memperoleh peringkat BBB dari S&P Global Ratings dan Fitch Ratings.
Peringkat ini menegaskan posisi Bank Mandiri sebagai penerbit yang memiliki kualitas kredit yang layak investasi (investment grade).
Baca Juga: Bank Mandiri Terbitkan Global Bond US$800 Juta, Diminati Hingga 3,5 Kali Lipat
Keberhasilan transaksi ini turut didukung oleh jajaran institusi keuangan global yang bertindak sebagai Joint Bookrunners dan Joint Lead Managers, yakni DBS Bank Ltd., HSBC, J.P. Morgan, Mandiri Sekuritas, dan Standard Chartered Bank.
Aksi korporasi ini tidak hanya memperkuat struktur permodalan Bank Mandiri agar lebih fleksibel, tetapi juga menjadi sinyal positif bagi emiten lain di kawasan Asia Tenggara untuk kembali melantai di pasar modal internasional di tengah dinamika geopolitik yang masih cair. (*)






