Riduan menambahkan, pertumbuhan ini sejalan dengan penguatan ekosistem layanan keuangan Bank Mandiri yang semakin terintegrasi, didukung sinergi yang terintegrasi antar kanal digital dan transaksi nasabah yang mampu mengakselerasi penghimpunan dana murah sebagai basis pendanaan yang unggul dan berkelanjutan.
Baca Juga: Bank Mandiri Tegaskan Komitmen TJSL Lewat 1.174 Program di 2025
Transformasi digital menjadi kunci. Livin’ by Mandiri, super app ritel, telah diadopsi 37,2 juta pengguna—tumbuh 27 persen secara tahunan—dengan akuisisi harian sekitar 25 ribu pengguna. Sementara Kopra by Mandiri memperkuat segmen wholesale dengan fitur seperti cash management dan trade finance.
Ia menjelaskan, pemanfaatan layanan digital Bank Mandiri kami arahkan untuk memperkuat ekosistem transaksi nasabah ritel dan pelaku usaha secara terintegrasi, sekaligus menghadirkan solusi keuangan yang relevan dengan kebutuhan setiap segmen.
“Langkah ini mendorong akselerasi kinerja yang bertumbuh dan mempertegas peran Bank Mandiri sebagai mitra strategis pemerintah dalam penguatan ekosistem ekonomi nasional,” paparnya.
Kualitas aset tetap prima, dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) Gross di 0,96 persen, lebih rendah dari rata-rata industri.
Baca Juga: Bank Mandiri Cegah Stunting Lewat Gizi dan Air Bersih
Laba bersih diatribusikan kepada pemilik mencapai Rp56,3 triliun, didorong pendapatan bunga bersih Rp106 triliun dan pendapatan non-bunga yang naik 14,5 persen YoY menjadi Rp48,5 triliun.
Sementara menurut Riduan, pengelolaan kualitas aset, likuiditas, dan profitabilitas Bank Mandiri kami jaga secara disiplin dan terukur sebagai fondasi utama pertumbuhan jangka panjang.





