Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) turut memfasilitasi jenama binaan melalui program Akselerasi Ekspor Kreasi Indonesia (ASIK). Direktur Kuliner Kemenekraf, Andy Ruswar, menjelaskan bahwa kehadiran produk lokal dalam pameran ini adalah langkah strategis memperluas akses pasar.
“Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif memfasilitasi keikutsertaan jenama binaan ASIK batch 2, yaitu Mbrebes Mili, Meraki Cipta Rasa, Madu NP, Mustofa Bu Emi, dan Moonbitz, serta satu jenama mitra yaitu Butter Baby untuk memeriahkan ‘Meraya Bersama’. Selain itu, tersedia pula paket hampers dari jenama tersebut untuk menyambut Bulan Ramadhan,” kata Andy Ruswar.
Baca Juga: Garuda Indonesia Gelar Umrah Travel Fair 2026, Tawarkan Promo Tiket hingga Paket Ibadah
Mal sebagai Etalase Destinasi
Transformasi pusat perbelanjaan menjadi destinasi berbasis pengalaman menjadi sorotan dalam gelaran ini. Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) menilai sinergi antara pariwisata dan ritel adalah kunci pertumbuhan ekonomi domestik.
Deputi Marketing & Partnership HIPPINDO, Agung Tianara, menekankan bahwa wisata dan belanja adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan.
“Wisata dan belanja merupakan satu kesatuan. Sinergi antara BBWI dan kampanye Belanja di Indonesia Aja relevan untuk meningkatkan traffic kunjungan sekaligus mendorong transaksi di dalam negeri,” kata Agung.
Lebih lanjut, Agung menambahkan bahwa mal kini berperan lebih dari sekadar tempat transaksi, melainkan menjadi ruang interaksi sosial dan etalase budaya.






