URBANCITY.CO.ID – Di tengah dinamika ekonomi yang menuntut ketangkasan, PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah) rupanya masih punya taji. Dalam paparan kinerja bertajuk Media Update Kinerja Keuangan 2025 Innovate and Resilience di Jakarta, Selasa, 10 Februari lalu, anak usaha PT Bank Central Asia Tbk ini memamerkan rapor hijau sepanjang tahun buku 2025.
BCA Syariah berhasil membukukan total aset sebesar Rp19,2 triliun, alias melompat 15,4 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). Selaras dengan aset, laba bersih pun terkerek di angka yang sama, menyentuh Rp212 miliar. Pertumbuhan ini dipicu oleh keseimbangan antara penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) dan penyaluran pembiayaan yang tetap terjaga kualitasnya.
“Alhamdulillah, BCA Syariah pada tahun ini tumbuh solid dan berkelanjutan yang tercermin, antara lain dari peningkatan total asset. Pertumbuhan didukung dari pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) dan penyalurannya dalam bentuk pembiayaan yang berkualitas. Ini mencerminkan semakin kuatnya minat dan kepercayaan masyarakat,” ujar Presiden Direktur BCA Syariah, Yuli Melati Suryaningrum.
Otot Pembiayaan dan Kendali Risiko
Sektor pembiayaan menjadi mesin utama pertumbuhan. Tercatat, penyaluran dana ke nasabah melonjak 23,1 persen menjadi Rp13,2 triliun. Menariknya, fokus perseroan masih konsisten pada sektor produktif, mulai dari komersial hingga segmen konsumer seperti KPR dan emas. Meski ekspansif, manajemen tetap menjaga “pagar” risiko dengan rasio pembiayaan bermasalah (non-performing financing/NPF) gross di level 1,57 persen—sebuah angka yang mencerminkan prinsip kehati-hatian yang ketat.
Baca Juga : BCA Syariah Permudah Akses Pembiayaan di Expoversary 2026
Di sisi lain, kantong pendanaan perusahaan kian tebal. DPK tumbuh 17,1 persen menjadi Rp15,4 triliun. Kenaikan ini ditopang oleh melesatnya dana murah (CASA) sebesar 25,7 persen yang kini mencapai Rp6,3 triliun. Hal ini mengindikasikan efisiensi biaya dana yang semakin membaik.
Ambisi Digital dan Pemberdayaan
Transformasi digital menjadi agenda yang tak bisa ditawar. Sepanjang 2025, aplikasi mobile banking BSya dipermak dengan berbagai fitur baru, mulai dari pembiayaan emas hingga setor tunai cardless. Untuk segmen bisnis, internet banking BIQ kini dilengkapi integrasi KSEI dan fitur transfer massal.
“Kami memanfaatkan digitalisasi untuk menjadi semakin dekat dengan nasabah, serta mengembangkan fitur-fitur yang meningkatkan kenyamanan dan kemudahan akses layanan perbankan syariah, termasuk menjaga kinerja dan kemampuan sistem ITnya, tanpa mengesampingkan aspek keamanan dan kepatuhan terhadap prinsip syariah,” tambah Yuli.
Tak sekadar mengejar angka, BCA Syariah juga menyentuh akar rumput. Melalui program WEpreneur, mereka memberikan mentoring kepada lebih dari 3.148 peserta UMKM perempuan. Strategi ke depan tetap jelas: memperkuat struktur pendanaan dan memastikan inklusi keuangan syariah bukan sekadar jargon, melainkan realitas yang bisa dinikmati nasabah.




