Program penataan di 25 lokasi kumuh Samosir ini mencakup perbaikan infrastruktur dasar seperti drainase, jalan lingkungan, dan sanitasi.
Baca Juga: Program BSPS 2026: Kementerian PKP Targetkan Perbaikan 1.500 Rumah di Yogyakarta
Pemerintah berharap proyek ini mampu menciptakan ekosistem permukiman yang berkelanjutan, mengingat Samosir merupakan magnet pariwisata internasional.
Di sisi lain, Program BSPS atau yang populer disebut “bedah rumah” mengedepankan kemandirian masyarakat. Melalui bantuan stimulan ini, warga didorong untuk memperbaiki rumah mereka secara swadaya dengan standar teknis yang telah ditentukan agar bangunan lebih kokoh dan sehat.
Kolaborasi Pusat dan Daerah
Selain memperbaiki kondisi hunian, Kementerian PKP menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat lokal.
Sinergi ini dianggap krusial agar aset yang telah dibangun nantinya dapat terjaga dan tidak kembali menjadi kawasan kumuh di masa depan.
Baca Juga: Wisma Arunika: Kementerian PKP Bangun Rumah Susun Prajurit TNI AL di Jawa Timur
Dengan alokasi dana yang mencapai puluhan miliar tersebut, pemerintah optimistis sektor perumahan di Samosir akan memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga setempat, sekaligus memperkuat daya tarik wisata di kawasan Danau Toba. (*)






