OJK juga menhttps://urbancity.co.id/wp-content/uploads/2019/10/Post-1.pngg perusahaan asuransi membentuk medical advisory board, yang akan memberikan masukan berkala atas layanan medis yang ada, sehingga perusahaan asuransi berdasarkan data pemberian asuransi kesehatan, dapat mengkomunikasikan hasilnya dengan RS rekanan.
OJK juga menhttps://urbancity.co.id/wp-content/uploads/2019/10/Post-1.pngg perusahaan asuransi membangun database kepesertaan, untuk memperoleh informasi memadai tentang pengalaman loss ratio dari badan usaha yang ditutup dan dari individu, serta untuk memitigasi risiko fraud dari nasabah berbentuk badan usaha dan individu.
“Database ini nantinya akan digunakan seluruh perusahaan asuransi yang memberikan layanan asuransi kesehatan,” ungkap Ogi.
Terakhir, OJK juga menhttps://urbancity.co.id/wp-content/uploads/2019/10/Post-1.pngg perusahaan asuransi me-review kembali fitur produk yang dipasarkan, sehingga sesuai dengan kebutuhan nasabah dan tidak berlebihan, serta tidak mudah dimanfaatkan secara tidak bertanggung jawab.
“Perusahaan asuransi juga harus membekali tenaga pemasar dengan pemahaman produk yang memadai, sehingga dapat menjelaskan dengan baik kepada calon nasabah,” tutup Ogi.
Dapatkan Informasi Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS





