URBANCITY.CO.ID – BULOG dan BAPANAS menggelar Gerakan Pangan Murah serentak di 1.218 lokasi. Upaya menjinakkan harga menjelang puasa dan lebaran.
Wajah-wajah cemas warga di depan rak pasar yang meninggi coba diredam pemerintah. Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 2026, Perum BULOG bersama Badan Pangan Nasional (BAPANAS) tancap gas menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak di 1.218 lokasi se-Indonesia pada Jumat, 13 Februari lalu.
Operasi pasar besar-besaran ini menyasar wilayah dari provinsi hingga pelosok kabupaten guna memastikan dapur warga tetap berasap.
Langkah ini bukan sekadar seremoni. Kepala BAPANAS yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa mandat dari Presiden Prabowo sudah jelas: berpihak pada rakyat. Di halaman Gedung B Kementerian Pertanian, Amran mewanti-wanti para spekulan yang mencoba bermain di tengah masa sulit.
Baca Juga: Diplomasi Rasa di Tanah Suci, BULOG Resmi Ekspor Beras Haji 2026
“Jadi Bapak-Ibu sekalian, Sekali lagi, Dengan segala kerendan hati atas nama pemerintah, Saudaraku, sahabatku, Kita jaga harga pangan di bulan suci Ramadhan ini”, kata Amran.
Ia bahkan memberikan “lampu hijau” bagi aparat hukum untuk turun tangan. “Sekali lagi, Saudaraku, sahabatku, Dirkrimsus, Kasat Reskrim di Polres seluruh Indonesia, tolong tindak tegas yang melakukan pelanggaran,” tegasnya.
Direktur Operasi Perum BULOG, Andi Afdal, yang mendampingi di lapangan, memastikan bahwa “amunisi” pangan nasional dalam kondisi melimpah. Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) saat ini menyentuh angka 3,4 juta ton—sebuah angka yang diklaim cukup untuk mengawal masa Puasa, Idul Fitri, hingga Nyepi.




