“Sebagaimana kita bersiap menghadapi momentum Hari Besar Keagamaan Nasional seperti Puasa dan Idul Fitri, Tahun Baru Imlek, serta Hari Raya Nyepi 2026, Perum BULOG memastikan bahwa stok Cadangan Beras Pemerintah dalam kondisi aman dan cukup,” ujar Andi Afdal.
Baca Juga: Maros Mengejar Lumbung: Ambisi Bulog Menuju Swasembada 2026
Saat ini, sambung dia, stok yang kami kuasai mencapai 3,4 juta ton beras, didukung ketersediaan minyak goreng dan gula. Sinergi lintas sektoral ini menjadi bukti bahwa negara sedang berusaha memegang kendali atas inflasi pangan.
Dengan menggelontorkan beras SPHP, minyak goreng, dan gula langsung ke tangan masyarakat, BULOG berupaya memotong jalur distribusi yang panjang—dan sering kali mahal. Targetnya satu: masyarakat bisa menyambut hari raya dengan tenang tanpa dihantui lonjakan harga yang mencekik. (*)






