URBANCITY.CO.ID – Air bersih mengalir, harapan bangkit di Aceh Tamiang. Di tengah reruntuhan kampung yang dilanda banjir besar, air menyembur kencang dari selang truk tangki berdiameter 2,5 sentimeter. Dalam hitungan menit, tandon-tandon penampung dan deretan ember warga penuh berderet.
Setelah 60 hari bergelut dengan krisis air, warga Desa Perdamaian, Kecamatan Kota Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, bergegas menadah air seolah tak ingin menyia-nyiakan setetes pun.
Di sisi lain halaman, Basariah (53), perempuan berkulit sawo matang, menyeka air mata. Wajahnya memancarkan lega bercampur haru—kekhawatiran soal ketersediaan air bersih akhirnya sirna.
“Saya tidak bisa berkata-kata. Terima kasih kepada Pertamina EP Rantau Field yang sudah bantu kami,” ujarnya, dikutip Urbancity, Jum’at, 6 Februari 2026.
Baca Juga: Pertamina EP Mulai Bangun Fasilitas Gas di Lapangan Bambu Merah
Krisis ini mulai teratasi berkat utusan PT Pertamina EP (PEP) Rantau Field, bagian dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1. Mereka membawa truk tangki air berisi 12 ribu liter, yang saban hari berseliweran ke desa-desa di wilayah kerja PEP.
Sebelumnya, penyintas banjir harus menunggu berhari-hari untuk pasokan air. “Kami sangat membutuhkan air untuk kebutuhan sehari-hari. Tidak untuk mandi, bisa ambil air wudhu saja sudah cukup. Kami bersyukur dapat bantuan air bersih dari Pertamina,” kata Samsul, warga Kampung Bukit Rata, Kecamatan Kejurusan Muda, Aceh Tamiang.
Bantuan PEP tak berhenti di air bersih. Selama tanggap darurat, mereka menyasar lebih dari 20 desa dengan posko kesehatan gratis, makanan siap santap, paket sembako, kasur, selimut, dan bantal.




