Bencana tanah longsor tersebut menimbulkan risiko kesehatan, terutama potensi infeksi akibat luka terbuka di lingkungan yang belum sepenuhnya pulih.
Dalam kondisi tersebut, vaksinasi tetanus menjadi intervensi preventif yang krusial, sementara dukungan logistik memastikan kebutuhan dasar penyintas tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat. (*)






