Bisakah Indonesia Nyusul China? Ekonom: Masih Banyak Tantangan

Ilustrasi (Pexels)

URBANCITY. CO. ID – Di media sosial, khususnya Instagram, tengah ramai diperbincangkan perbandingan antara pembangunan Indonesia dan kemajuan China yang kini diklaim telah berstatus sebagai negara maju.

Salah satu unggahan dari akun @n*********m pada Rabu (19/11/2025) menyatakan, “Setelah 24 tahun menjadi negara berkembang, China akhirnya mengumumkan bahwa negaranya telah menjadi negara maju.” Di kolom komentar, warganet mempertanyakan kapan Indonesia dapat menyusul pencapaian tersebut, sekaligus menyoroti berbagai isu terkait tata kelola pemerintahan.

Lantas, mungkinkah Indonesia jadi negara maju? Ekonom dari Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, bilang status negara maju itu nggak sederhana, ditentukan oleh banyak indikator. Katanya, negara maju itu punya pendapatan per kapita tinggi, di atas 14.000 dollar AS (sekitar Rp 233 juta).

“Negara maju memiliki ekonomi yang telah terintegrasi dalam rantai pasok global, dengan dominasi sektor tersier seperti jasa modern, teknologi, dan riset,” kata Wijayanto

Ia jelasin, negara maju juga butuh human capital yang bagus, produktivitas tinggi, infrastruktur transportasi dan logistik yang modern, plus institusi hukum dan birokrasi yang bersih.

Tapi, Wijayanto bilang, sebenarnya bisa dinilai dari dua pertanyaan simpel:

“Brand atau produk apa dari negara tersebut yang dikenal dunia? Universitas apa dari negara tersebut yang masuk 100 universitas terbaik di dunia?” lanjutnya.

Nah, kalau lihat kondisi sekarang, Indonesia masih jauh banget. Pendapatan per kapita kita cuma 4.900 dollar AS, jauh di bawah batas 14.000 dollar AS. Ekonomi kita masih didominasi sektor primer dan sekunder, kayak komoditas dan produk sederhana.

Related Posts

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?