Salah satu dukungan tersebut diwujudkan melalui partisipasi BNI dalam Puspa Nuswantara 2026 pada Juli lalu di Jakarta. Dalam kegiatan tersebut, BNI menghadirkan UMKM binaan untuk memperluas eksposur produk batik dan kriya dari berbagai daerah.
Baca juga: Panen Medali Asian Games 2026: BNI Buktikan Investasi Olahraga Berkelanjutan
BNI juga mendukung peningkatan kapasitas perajin melalui pelatihan dan pendampingan, termasuk dalam pengembangan produk dan penerapan praktik usaha yang lebih berkelanjutan. Upaya tersebut diarahkan agar pelaku usaha dapat terus berinovasi dan memperkuat daya saing.
“Pelestarian budaya tidak berhenti pada menjaga warisan yang sudah ada, tetapi juga bagaimana memastikan para pelaku di dalamnya dapat terus berkembang. Karena itu, kami berupaya menghubungkan pelestarian budaya dengan pemberdayaan UMKM, pengembangan produk, dan perluasan pasar,” kata Okki.
Sebagai BUMN dalam ekosistem Danantara Indonesia, BNI terus mendukung penguatan sektor produktif, termasuk industri kreatif berbasis budaya yang tumbuh di berbagai daerah. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas UMKM sekaligus mendorong produk budaya Indonesia agar memiliki daya saing yang semakin baik.
Baca juga: Emas Asian Games 2026: Investasi Pembinaan BNI & PBSI Cetak Sejarah Baru
Sejalan dengan perjalanan delapan dekade dan semangat Swadharma Bhakti Nagara, BNI akan terus mendukung pelestarian batik melalui langkah yang tidak hanya menjaga nilai budayanya, tetapi juga memperkuat keberlanjutan usaha para perajin dan pelaku UMKM.




