Peran ini dijalankan lewat pembiayaan terarah, penguatan layanan keuangan, dan digitalisasi untuk memastikan kebijakan pembangunan efektif.
Pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG), BNI menyalurkan pembiayaan dan mendukung digitalisasi transaksi via Virtual Account dan BNIdirect, membuat operasional lebih efisien, transparan, dan terintegrasi.
Di Program Sekolah Rakyat, BNI berperan sebagai penyedia layanan perbankan digital untuk pengelolaan sekolah, termasuk pembukaan rekening siswa dan tenaga pendidik, serta penguatan ekosistem keuangan berbasis Agen46.
Baca Juga: Layanan Digital BNI Permudah Transaksi di Indonesia Masters 2026
BNI juga mendorong pembangunan desa, koperasi, dan UMKM lewat pembiayaan Koperasi Kecamatan/Kelurahan Desa Merah Putih (KDKMP) yang terintegrasi Agen46, plus dukungan Program 3 Juta Rumah via KPR FLPP.
Terkait penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) Kemenkeu, BNI menyalurkannya ke sektor produktif seperti pengolahan, perdagangan, konstruksi, pertanian, kehutanan, perikanan, dan lainnya, dengan kehati-hatian.
Sebagai bank milik negara, BNI memposisikan diri tidak hanya sebagai lembaga intermediasi, tetapi sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengakselerasi agenda pembangunan nasional.
“Sinergi kami dalam berbagai program prioritas pemerintah kami jalankan dengan pendekatan yang prudent, berbasis ekosistem, dan berorientasi pada penguatan fundamental ekonomi jangka panjang,” tegas Putrama. (*)






