Baca Juga: Menteri Negara Kanada Kunjungi NTB, Jajaki Kerja Sama Strategis Berkelanjutan
“Saya berharap pengembangannya dilakukan dengan konsep low-impact agar tetap selaras dengan alam dan menjadi contoh destinasi hijau yang berkelanjutan,” kata Hariyanto.
Sementara itu, kolaborasi dengan Koperasi Pesantren Al-Ittifaq menjembatani pariwisata dan pertanian melalui edu-agrowisata.
Ini melanjutkan kerja sama sebelumnya via program Pangan Floratama Academy, yang membuka peluang pengembangan agrowisata sebagai bagian dari penguatan rantai pasok pangan lokal dan pemberdayaan masyarakat.
“Kolaborasi ini menjadi solusi hulu ke hilir. Kita tidak hanya menjual pemandangan, tetapi juga memastikan kebutuhan pangan pariwisata dipenuhi dari Flores sendiri. Ini adalah wujud pariwisata inklusif berbasis ekonomi sirkular,” kata Hariyanto.
Baca Juga: The Golo Mori, Destinasi Wisata Berkelanjutan Dilengkapi Transportasi Premium
Plt. Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, menegaskan MoU ini sebagai fondasi kolaborasi strategis. “Status Labuan Bajo sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas membawa peluang sekaligus tantangan. Karena itu, pembangunan pariwisata harus berfokus pada kualitas destinasi, keberlanjutan lingkungan, serta penguatan ekonomi lokal,” ujar Andhy.
Ia menambahkan, kerja sama dengan PT Terra SparX sejalan dengan visi Parapuar sebagai kawasan hijau berbasis wellness, sementara dengan Koperasi Pesantren Al-Ittifaq memperkuat ketahanan pangan melalui agrowisata.
“Melalui kerja sama ini, kami berharap produksi pangan lokal dapat meningkat, peluang usaha masyarakat terbuka, serta kebutuhan sektor pariwisata dapat dipenuhi secara berkelanjutan,” ujar Andhy.






