Ini mencerminkan bagaimana BRI tidak hanya mengejar angka, tapi juga memperkuat sektor riil yang menjadi penyangga ketahanan nasional.
Sebagai bank penyalur KUR terbesar di Indonesia, BRI memastikan penyaluran dilakukan secara prudent, transparan, dan akuntabel. KUR ini 100 persen bersumber dari dana bank atau penghimpunan masyarakat, sehingga kualitas kredit harus dijaga ketat.
Baca Juga: Peringati Hari Gizi Nasional, BRI Peduli Perkuat Pencegahan Stunting di Berbagai Wilayah
Penyebarannya pun merata: hingga Desember 2025, sekitar 18 dari 100 rumah tangga telah mengakses KUR BRI, naik dari 15 rumah tangga di 2023 dan 17 di 2024.
Secara kumulatif sejak 2015, BRI telah menyalurkan Rp1.435 triliun kepada 46,4 juta penerima, menandai peran bank ini dalam menggerakkan roda ekonomi dari bawah.
Dalam konteks ini, penyaluran KUR BRI bukan sekadar kredit, melainkan investasi sosial yang membantu jutaan warga kecil bangkit dari keterpurukan ekonomi.
Namun, tantangan seperti risiko kredit dan kebutuhan pendampingan berkelanjutan tetap menjadi sorotan, agar program ini tidak hanya bertahan, tapi juga berkembang. (*)






