BRIN menguasai seluruh rantai pasok ekosistem mandiri, mulai dari pengolahan bahan pangan, deteksi halal, hingga sistem pemantauan berbasis digital yang transparan.
Langkah inovatif ini membuktikan bahwa riset ilmiah mampu memberikan solusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat urban secara luas.
“BRIN membangun inovasi di seluruh rantai ekosistem MBG, mulai dari bahan pangan, mesin pengolahan, pengemasan, deteksi halal, distribusi, hingga sistem monitoring berbasis AI,” ucap Arif Satria.
Baca juga: Virus Nipah Ditemukan di Hewan Indonesia, Ungkap Peneliti BRIN
Kemandirian Nuklir dan Semikonduktor
Pemerintah memprioritaskan penguasaan teknologi tingkat tinggi mencakup semikonduktor, genomik, dan teknologi kuantum.
Selain itu, ekosistem nuklir secara holistik guna menjamin kedaulatan energi nasional.
Para investor institusional dan korporasi teknologi dapat memanfaatkan momentum transformasi riset ini untuk menanamkan modal pada sektor industri manufaktur berteknologi tinggi.
Kepala BRIN menegaskan bahwa penguasaan rantai pasok nuklir dari hulu ke hilir disiapkan sejak dini,
Sehingga, Indonesia tidak sekadar menjadi konsumen, melainkan pemain utama di era energi bersih masa depan.
Komitmen riset komprehensif ini menjamin stabilitas ekonomi jangka panjang yang sangat menguntungkan bagi iklim investasi tanah air.
“BRIN harus menyiapkan kemampuan teknologi nuklir sejak sekarang agar ketika Indonesia memutuskan memasuki era PLTN, kita tidak memulai sepenuhnya dari nol dan tidak hanya menjadi pembeli teknologi,” tutup Arif Satria. (*)




