“Dengan KPP, demand ini justru untuk para pekerja informal kita dorong untuk bisa mereka affordable juga mendapatkan KPR subsidi. Dan juga untuk mendukung usaha mereka juga,” tuturnya.
BTN memproyeksikan pertumbuhan pembiayaan rumah subsidi di 2026 bisa di atas 10%, dengan target penyaluran sekitar 210.000 unit, mencakup 140.000 unit konvensional dan 73.000 unit syariah.
Baca Juga: Alhamdulillah, Nasabah Terdampak Banjir Sumatera Dapat Relaksasi Kredit Konsumer BTN
Selain itu, BTN juga mempermudah proses KPR menjadi 3 hari dan memperluas akses bagi pekerja informal, memperkuat perannya dalam sektor pembiayaan hunian.
“Ajang ini menegaskan komitmen BTN sebagai penggerak ekosistem perumahan nasional melalui inovasi, penguatan UMKM, pengembangan talenta, serta dukungan terhadap penyediaan hunian yang layak, terjangkau, dan berkelanjutan,” kata Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu.
Sambil menemani Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah berkeliling stand, Nixon menambahkan, di situasi saat ini semua paham bahwa perlu ada pengungkit pertumbuhan sektor perumahan dan ekosistem perumahan.
Hasil BTN Housingpreneur 2025 dinilai sangat menggembirakan. Program ini mencatat 1.170 submission dan melahirkan 58 inovator baru yang kreatif, visioner, dan solutif. Mayoritas peserta merupakan startup anak muda dengan ide-ide segar, terutama terkait pemanfaatan teknologi di sektor perumahan.
Baca Juga: Queen Maxima Apresiasi Inovasi BTN Bayar Cicilan Pakai Sampah
Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah mengatakan, pemerintah mengapresiasi BTN yang telah menggelar BTN Housingpreneur 2025 sebagai wujud komitmen pengembangan ekosistem perumahan nasional dengan menjaring inovasi dari akar rumput.




