URBANCITY.CO.ID – Di balik fasad megah Pullman Lombok Merujani Mandalika Beach Resort, sebuah revolusi senyap sedang berlangsung.
Ketika banyak hotel masih berkutat pada kampanye “kurangi penggunaan handuk”, properti di selatan Lombok ini sudah melangkah jauh ke dapur, kebun, hingga ke kelopak bunga kamboja yang gugur di halaman mereka.
Baru-baru ini, hotel ini menyabet International Sustainability Award 2025 – Farm to Table. Sebuah pengakuan yang mempertegas bahwa konsep keberlanjutan di sini bukanlah sekadar greenwashing atau kosmetik pemasaran.
Dari Sisa Piring ke Pupuk Cair
Inovasi paling hulu dimulai dari manajemen limbah makanan. Alih-alih membuang sisa sarapan tamu ke tempat pembuangan akhir (TPA), Pullman Lombok mengolahnya menjadi pupuk organik cair.
Baca Juga: GM Pullman Lombok Budi Wahjono Masuk Daftar 100 Manajer Hotel Terbaik Dunia 2025
Sistem circular economy ini memastikan bahwa nutrisi yang diambil dari bumi kembali lagi ke tanah. Pupuk cair hasil olahan limbah tersebut digunakan kembali untuk merawat taman-taman tropis di sekitar resort, menciptakan ekosistem mandiri yang meminimalisir penggunaan bahan kimia sintetis.
Eksperimen Minyak Atsiri: Kamboja hingga Kayu Putih
Salah satu keunikan yang jarang ditemukan di hotel bintang lima lainnya adalah laboratorium mini pengolahan minyak atsiri. Setiap pagi, petugas mengumpulkan bunga kamboja (frangipani) yang jatuh di area hotel. Bunga-bunga ini tidak berakhir di tempat sampah, melainkan disuling menjadi minyak frangipani aromatik.




