Eks Danrem 063/Sunan Gunung Jati ini menambahkan, kepastian distribusi dan serapan hasil panen jagung sangat krusial untuk memberikan ketenangan bagi para Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani). Dengan jaminan pasar, diharapkan produktivitas jagung nasional pada 2026 dapat melonjak tajam.
Kolaborasi Elit Pangan Nasional
Agenda di Sumatera Selatan ini juga menjadi ajang konsolidasi para pemangku kepentingan pangan. Tampak hadir Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, serta perwakilan dari Badan Pangan Nasional dan Pupuk Indonesia.
Baca Juga: Sidak Pasar Semarang: Dirut BULOG Ahmad Rizal Ramdhani Pastikan Harga Pangan Stabil saat Ramadan
Keterlibatan aparat kepolisian dalam gerakan tanam ini dipandang sebagai bentuk pengamanan terhadap aset pangan strategis negara di tengah dinamika global yang tak menentu.
Pemerintah meyakini, dengan lahan seluas hampir 200 ribu hektare yang mulai ditanami sejak awal tahun, pasokan bahan baku pakan ternak akan lebih terkendali, yang pada akhirnya akan menekan harga protein hewani di pasar.
Bulog berkomitmen untuk tidak hanya menjaga stok di gudang, tetapi juga memastikan distribusi pangan berjalan inklusif hingga ke pelosok daerah.
Upaya ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi Indonesia dalam mewujudkan kedaulatan pangan yang berkelanjutan dan menyejahterakan masyarakat luas. (*)






