Skema ini dikombinasikan dengan asuransi konvensional untuk perlindungan optimal, dengan klaim cepat berdasarkan parameter seperti curah hujan dan suhu.
“Melalui perlindungan produksi petani, BULOG berkepentingan menjaga keberlanjutan pasokan padi dan beras nasional. Pada tahap uji coba ini, premi asuransi ditanggung penuh oleh BULOG agar petani dapat langsung merasakan manfaatnya,” ujarnya.
Baca Juga: BULOG Kantongi Margin 7% Saat Pengadaan, Dirkeu Hendra: Ini Bukan Keuntungan!
Kepala Dinas Pertanian Pemerintah Kabupaten Tabanan, I Made Subagya, menyampaikan apresiasi atas langkah BULOG mengenalkan asuransi parametrik sebagai perlindungan baru bagi petani di tengah dampak perubahan iklim.
Program ini melengkapi skema asuransi yang ada dan akan diterapkan selektif melalui kelompok tani aktif.
“Sebagai pilot project, program ini sangat strategis untuk menjadi dasar evaluasi dan rujukan kebijakan ke depan, sehingga petani dapat memperoleh perlindungan usaha tani yang lebih komprehensif dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Kegiatan ini sejalan dengan pilar sosial TJSL BULOG, mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 2: Tanpa Kelaparan. Ini juga sinergi BULOG, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan pertanian untuk kuatkan ketahanan pangan daerah.
Melalui TJSL Bulog Peduli Petani, BULOG tegas komitmen beri nilai tambah masyarakat, dorong petani tangguh, teredukasi, dan berdaya saing, serta jaga ketahanan pangan nasional. (*)






