Cegah Hoaks, Dosen Universitas Budi Luhur Edukasi Kader PKK 

URBANCITY.CO.ID – Edukasi terkait berita hoaks kepada kaum ibu sebagai garda terdepan dalam pendidikan anak, menjadi penting. Ibu merupakan orangtua yang sehari-hari mengurus anak-anak. Terutama anak berusia di bawah 17 tahun. Peran ibu pun sangat penting dan strategis dalam mencegah penyebaran hoaks di media sosial, melindungi diri sendiri maupun keluarga.

Pada era digital saat ini, masyarakat pun semakin mudah menerima dan menyebarkan informasi melalui media sosial dan aplikasi pesan singkat. Hanya saja, tidak semua informasi yang beredar dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Kehadiran berita palsu merupakan ancaman baru karena dapat menimbulkan keresahan, perpecahan, bahkan membahayakan konflik di lingkungan sekitar.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kementerian Komdigi) mencatat kenaikan berita hoaks. Jumlah berita hoaks pada 2024 mencapai 1.923 berita, pada 2023 ada 1.615 berita. Lebih tinggi dibanding 2022 yang mencapai 1.528 berita hoaks. Untuk mencegah hoaks Dosen Universitas Budi Luhur (UBL) Jakarta mengadakan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan memberikan edukasi terkait pencegahan hoaks kepada kader PKK RW 07 Komplek Barata, Karang Tengah, Ciledug, Tangerang. Kegiatwn tersebut berlangsung pada 16 November 2025.

Tim dosen Fakultas Komunikasi dan Desain Kreatif (FKDK) Universitas Budi Luhur yang memberikan materi edukasi tersebut diketuai Rachmi Kurnia Siregar tersebut beranggotakan Harningsih, Eko Sumardi dan Danang Soeminto.

“Saat ini perlu peningkatan literasi media agar masyarakat, khususnya kader PKK RW 07 Komplek Barata sebagai agen perubahan di tingkat keluarga dan komunitas. Mereka diharapkan mampu menyaring informasi secara bijak dengan mengenali pengertian hoaks, ciri-ciri informasi hoaks, data hoaks di Indonesia serta upaya dalam mencegah penyebarannya. Melalui edukasi anti-hoaks ini, diharapkan kader PKK RW 07 Komplek Barata dapat menjadi garda terdepan di lingkungan sekitar,” jelas Ketua Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Budi Luhur, Rachmi Kurnia Siregar dalam keterangannya (21/11/2025).

Related Posts

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?