“Tetapkan batasan waktu penggunaan media sosial setiap hari, misalnya 1-2 jam, dan gunakan fitur pengawasan jika perlu. Dampingi anak saat mengakses media sosial agar Anda dapat mengetahui aktivitas mereka secara langsung, “ jelas Eko.
Adapun Danang Soeminto mengatakan, “Dengan adanya digitalisasi dan hadirnya Artificial Intellegent (AI) saat ini, produksi konten hoaks di media sosial semakin banyak. Tujuannya bukan sekadar mencari viewers tetapi juga membuat masyarakat resah atau hendak memengaruhi opini publik,” jelas Danang.
Bila tidak teliti dan seseorang langsung melakukan like and share, bisa saja orang tersebut yang bakal tersandung masalah. Bahkan tak jarang terjerat pasal-pasal dalam UU ITE sehingga muncul ungkapan jarimu adalah harimaumu.






