Di sisi lain, PLN terus mengejar target keadilan energi melalui program sambung listrik gratis bagi keluarga prasejahtera. Sepanjang 2025, lebih dari 8.000 keluarga di 12 provinsi yang sebelumnya gelap gulita kini telah menikmati akses listrik.
“Melalui program sambung listrik, kami ingin memastikan keadilan energi benar-benar terwujud, sehingga masyarakat prasejahtera memiliki akses yang setara terhadap listrik untuk meningkatkan kualitas hidup, produktivitas, serta membuka peluang usaha dan pendidikan,” tegas Darmawan.
Baca Juga: Program BPBL ESDM-PLN: 750 Keluarga Prasejahtera di Bengkulu Dapat Sambungan Listrik Gratis
Hilirisasi FABA dan Pemberdayaan UMKM
Sektor lingkungan juga menjadi sorotan dengan pemanfaatan Fly Ash Bottom Ash (FABA) serta penanaman 145 ribu pohon di 41 lokasi. Selain itu, PLN membangun infrastruktur air bersih dan sanitasi bagi 15.265 penerima manfaat guna meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat pesisir dan pedalaman.
Untuk penguatan ekonomi, PLN membina 9.275 UMK melalui 26 Rumah BUMN dan 8 UMK HUB. Program ini dirancang agar pelaku usaha kecil bisa “naik kelas” melalui sertifikasi dan akses pameran internasional.
“UMK adalah tulang punggung perekonomian nasional. Melalui program pembinaan yang terintegrasi dan berkelanjutan, PLN ingin mendorong UMK naik kelas, meningkatkan daya saing, memperluas akses pasar, serta berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional,” jelas Darmawan.
Menutup keterangannya, Darmawan menekankan bahwa PLN juga tetap siaga dalam mitigasi bencana. Perusahaan tidak hanya fokus pada pemulihan infrastruktur kelistrikan, tetapi juga penyaluran bantuan kemanusiaan bagi korban banjir dan longsor di berbagai wilayah Indonesia. (*)






