“Salah satu proyek yang kami dorong adalah pengembangan upstream industri baja, yang akan segera memasuki tahap groundbreaking, dengan penambahan kapasitas sekitar 3 juta ton,” jelas Dony.
Langkah ini tidak hanya memperbesar skala produksi, tetapi juga merespons lonjakan kebutuhan baja domestik akibat industrialisasi di berbagai sektor.
“Dengan munculnya industrialisasi di berbagai sektor, kita tentu membutuhkan suplai baja yang kuat. Krakatau Steel diharapkan dapat mengambil peran penting dalam menjawab kebutuhan tersebut,” tutup Dony.
Melalui transformasi ini, Danantara optimistis Krakatau Steel akan kembali menjadi motor penggerak industri baja nasional yang sehat, kompetitif, dan mendukung agenda pembangunan jangka panjang Indonesia. Tantangan masa lalu kini menjadi fondasi untuk masa depan yang lebih cerah. (*)






