URANCITY.CO.ID – Danantara bergerak cepat membedah sengkarut definisi bisnis di tubuh asuransi BUMN. Mereka langsung menghapus area abu-abu, dengan memisahkan asuransi umum dan penjaminan kredit.
Fokus utama tertuju pada pemisahan saklek antara portofolio General Insurance dan Credit Insurance (Penjaminan) yang selama ini kerap tumpang tindih.
Langkah ini krusial, menurut Dony Oskaria Kepala Badan Pengaturan BUMN yang sekaligus COO Danantara Indonesia, untuk menyelamatkan mandat Askrindo dan Jamkrindo sebagai tulang punggung penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Dia mengatakan kajian mendalam tengah dilakukan untuk memastikan lini bisnis penjaminan benar-benar “murni” dan terpisah dari risiko asuransi kerugian biasa.
“Kita sedang memilah, mana yang murni general insurance dan mana yang murni guarantee. Tidak boleh lagi ada area abu-abu yang membingungkan secara tata kelola,” kata Dony dalam Investor Daily Roundtable dengan tema “Danantara: Menggerakkan Raksasa, Menyalakan Mesin Ekonomi Indonesia”.
Baca Juga: BULOG Sosialisasikan Asuransi Pertanian untuk Lindungi Petani Tabanan
Keseriusan ini dibuktikan dengan intensitas pertemuan tingkat tinggi antara Danantara dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tercatat, dua kali pertemuan digelar dalam sebulan terakhir khusus untuk memetakan risiko dan regulasi pemisahan ini.
Sementara menurut OJK, pemisahan ruang ini untuk membuat pelaku industri itu kuat dari segi permodalan dan penerapan manajemen risiko bisa berjalan dengan baik.
“Jika semuanya terpenuhi, baik itu permodalan dan manajemen risikonya, bisa menjadi jaminan untuk pertumbuhan ekonomi di masa depan akan lebih sustain,” ucap Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono beberapa waktu lalu.




