URBANCITY.CO.ID – Dari hitam ke hijau: Keajaiban mikroba pemulih tanah Riau. Di pelosok Provinsi Riau, pemandangan pipa-pipa besi besar yang membelah kebun sawit adalah hal biasa. Namun, ada sebuah cerita yang jarang tersorot di balik permukaan tanahnya.
Selama puluhan tahun, sisa-sisa minyak bumi dari masa lalu sempat membuat beberapa titik lahan menjadi “mati”—keras, hitam, dan enggan ditumbuhi tanaman. Kini, berkat bantuan pasukan tak kasat mata bernama mikroba, lahan-lahan itu mulai bernapas kembali.
Pasukan Kecil dengan Tugas Besar
Teknologi yang menjadi pahlawan di sini adalah bioremediasi. Alih-alih menggunakan alat berat untuk membakar tanah atau bahan kimia keras, para ahli lingkungan di Wilayah Kerja Rokan memilih cara yang lebih anggun: mempekerjakan mikroorganisme lokal.
Bakteri-bakteri kecil ini memiliki kemampuan luar biasa. Bagi mereka, hidrokarbon yang terkandung dalam minyak bumi bukanlah racun, melainkan “makanan” lezat.
Baca Juga: Dari Krisis Energi ke Presisi Operasi, Ini Strategi PHR Selamatkan Blok Rokan
Dengan asupan oksigen dan nutrisi yang diatur secara presisi oleh manusia, mikroba-mikroba ini memecah molekul minyak yang kompleks menjadi air dan gas yang aman bagi atmosfer.
Menyulap “Lahan Mati” Menjadi Kebun
Prosesnya memang tak secepat membalik telapak tangan. Tanah yang terkontaminasi dikumpulkan dalam tempat khusus, lalu dipantau suhunya layaknya merawat pasien. Namun, hasilnya sangat setimpal.
Begitu kadar minyak menurun hingga di bawah ambang batas yang ditetapkan pemerintah, tanah tersebut dinyatakan pulih. Hebatnya, karena proses ini menggunakan cara biologis, struktur tanah tidak hancur. Tanah tetap menyimpan nutrisi alami yang dibutuhkan tumbuhan.




