“Kemampuan para insinyur PHR dalam melakukan manuver beban (load shedding) berbasis data, dan bergelut dengan dinamika kondisi pasokan gas serta memastikan tetap memberikan lifting membuktikan bahwa Rokan dikelola oleh tangan-tangan yang paham betul apa yang mereka pertaruhkan,” ujar Rumbi.
Bagi publik, grafik produksi mungkin sekadar angka. Tapi bagi tim Rokan, 7.265 sumur yang tetap hidup adalah simbol dedikasi senyap—memastikan kontribusi Blok Rokan terhadap APBN dan Merah Putih terjaga.
Kini, seiring membaiknya suplai gas, strategi defensif beralih agresif: ramp-up cepat, bukti PHR tak hanya bertahan di krisis, tapi sigap bangkit. (*)






