URBANCITY.CO.ID – Ribuan warga Kampung Tambat di Merauke, Papua, kini bisa bernapas lega. Selama bertahun-tahun, mereka terjebak dalam dilema antara rasa haus dan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air sumur berbau belerang saat musim kemarau.
Namun, pemandangan jerigen kosong yang mengantre hujan mulai berganti dengan aliran air bersih dari fasilitas baru yang dibangun PT Pertamina (Persero).
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Pertamina membangun sistem sumur bor yang dilengkapi reservoir penampungan dan filter penyaringan. Fasilitas ini menjadi tumpuan baru bagi warga yang sebelumnya hanya mengandalkan air tadah hujan.
“Dulu kami sangat mengandalkan tampungan air hujan. Ada sumur, tapi airnya mengandung belerang, kurang aman untuk digunakan,” ujar Samuel Heremba, Kepala Kampung Tambat, Kamis, 26 Maret 2026. Kini, ia menyebut warga tidak lagi khawatir akan krisis air saat kemarau panjang melanda.
Baca Juga: Stok BBM Kalimantan Barat Melimpah, Pertamina Operasikan Terminal Pontianak 24 Jam
Komitmen Global di Hari Air Sedunia
Menandai Hari Air Sedunia pada 22 Maret 2026, Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengungkapkan bahwa perusahaan telah mengoperasikan tujuh titik sumur bor baru di Merauke dan Jayapura sejak awal tahun. Infrastruktur ini melayani sedikitnya 4.585 jiwa di pelosok Papua.
Baron menegaskan bahwa penyediaan air bersih ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan misi kemanusiaan. “Program ini menjadi jembatan harapan agar warga di pelosok Papua hingga penyintas bencana di Sumatra bisa mulai menata hidup kembali dengan layak,” tegas Baron.




