Baca Juga: Gangguan Gas di Rokan: Tim PHR Berjuang Selamatkan Energi Nasional
“Pemerintah sebenarnya sudah memberikan bantuan tunai 5.000 peso bagi pengemudi terdampak, tapi langkah itu dinilai belum cukup,” tulis laporan tersebut. Situasi kian memanas setelah koalisi pekerja transportasi mengancam akan menggelar aksi protes besar-besaran di Manila pada Kamis dan Jumat ini.
Manuver Marcos Cari Minyak Rusia
Menanggapi situasi yang kian terjepit, Presiden Marcos Jr. mulai mengambil langkah strategis dengan mencari sumber energi alternatif di luar Timur Tengah.
Filipina dilaporkan mulai melirik pasokan dari Cina, Rusia, dan negara-negara Asia Tenggara guna mengamankan ketahanan energi nasional.
Langkah nyata terlihat dari kedatangan kapal tanker Rusia, Sara Sky, yang mengangkut sekitar 100.000 ton minyak jenis ESPO Blend dari Pelabuhan Kozmino.
Baca Juga: Produk Kertas Beralur RI Bebas BMTP Filipina, Mendag: Bukti Kita Bermain Adil
Minyak tersebut dilaporkan menuju terminal Bataan milik Petron Corporation. Ini merupakan kali pertama Filipina mengimpor minyak dari Rusia dalam lima tahun terakhir, sebuah manuver geopolitik yang terpaksa diambil demi meredam krisis di dalam negeri.
Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Filipina masih terus melakukan negosiasi dengan sejumlah negara mitra untuk memastikan distribusi energi tidak terhenti total, sembari mengimbau masyarakat untuk melakukan penghematan konsumsi secara masif. (*)






