Tak hanya soal regulasi, kerja sama antarpelaku usaha melalui business matching juga menjadi prioritas. “Indonesia dan negara-negara tersebut juga sepakat agar pelaku usaha di masing-masing negara dapat meningkatkan kerja sama,” tambah Johni.
Kunjungan Putri Mahkota Swedia dan Ekspansi ke Afrika
Kabar menarik datang dari Swedia. Delegasi mereka menyampaikan rencana kunjungan Putri Mahkota Swedia, Victoria, ke Jakarta pada September 2026 mendatang.
Baca Juga: Sengketa Sawit WTO: Indonesia Ajukan Balasan Penangguhan Konsesi Dagang Terhadap Uni Eropa
Kunjungan ini diproyeksikan menjadi katalisator bagi peningkatan investasi dan perdagangan kedua negara. Di sisi lain, Jerman mendorong agar Pertemuan ke-2 Joint Economic and Investment Committee (JEIC) segera digelar.
Pemilihan Yaoundé, Kamerun, sebagai lokasi KTM tahun ini juga dianggap strategis. Duta Besar RI untuk Kamerun, Agung Cahaya Sumirat, menilai momentum ini sangat tepat untuk memperluas kemitraan di kawasan Afrika Tengah.
“Penyelenggaraan KTM ke-14 di Yaoundé menjadi momentum strategis untuk mendorong peningkatan kerja sama perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Kamerun sekaligus memperluas kemitraan Indonesia dengan negara-negara di kawasan Afrika Tengah yang makin berkembang sebagai mitra ekonomi potensial,” ungkap Agung.
Sejak pembukaan KBRI Yaoundé pada 2025, Indonesia terus meningkatkan kehadiran diplomatiknya di kawasan ini guna menggarap potensi ekonomi yang selama ini belum terjamah secara optimal. (*)






