Keputusan itu juga konsisten dengan tetap rendahnya prakiraan inflasi 2025 dan 2026 di sasaran 2,5±1%, dan terjaganya nilai tukar rupiah yang sesuai dengan fundamental ekonomi untuk mengendalikan inflasi dalam sasarannya.
Ke depan BI akan terus mengarahkan kebijakan moneter untuk menjaga inflasi dalam sasaran, dan nilai tukar yang sesuai dengan fundamental ekonomi, dengan tetap mencermati ruang untuk turut menhttps://urbancity.co.id/wp-content/uploads/2019/10/Post-1.pngg pertumbuhan ekonomi sesuai dinamika perekonomian global dan nasional.
Sementara kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran terus diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Kebijakan makroprudensial longgar ditempuh untuk meningkatkan kredit/pembiayaan perbankan kepada sektor-sektor prioritas pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja, termasuk UMKM dan ekonomi hijau.
Yaitu, melalui penguatan strategi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) mulai Januari 2025, dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian.
Kebijakan sistem pembayaran juga diarahkan untuk turut menopang pertumbuhan, khususnya sektor perdagangan dan UMKM, dengan memperkuat keandalan infrastruktur dan struktur industri sistem pembayaran, serta memperluas akseptasi digitalisasi sistem pembayaran.
Dapatkan Informasi Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS






