Kebijakan terakhir menekankan peran perbankan, asuransi, dan dana pensiun—terutama milik pemerintah—sebagai investor institusional. “Kemudian, peningkatan literasi dan inklusi keuangan difokuskan pada peningkatan kesejahteraan keuangan masyarakat (financial health) sebagai tujuan akhir,” cetus Friderica.
Baca Juga: OJK Janji Reformasi Pasar Modal: Ini 8 Aksi untuk Likuiditas dan Transparansi
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengapresiasi rencana OJK yang mendukung program pemerintah, seperti pengembangan koperasi desa merah putih, likuiditas perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, serta penguatan literasi keuangan.
“Kami percaya dengan reformasi yang dilakukan, masa depan perekonomian Indonesia sangat dipengaruhi dan ditentukan oleh sektor keuangan yang stabil, kredibel, dan sangat berkontribusi kepada pertumbuhan,” kata Airlangga.
Airlangga optimistis, sinergi pemerintah, OJK, Bank Indonesia, dan industri jasa keuangan akan jaga momentum pertumbuhan, perkuat kepercayaan masyarakat dan pasar, serta ciptakan lapangan kerja yang dibutuhkan. Dengan langkah ini, sektor keuangan diharapkan jadi pilar utama ekonomi Indonesia yang lebih kuat dan berkelanjutan. (*)






