Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Haji dan Umrah, Jaenal Effendi, menegaskan kolaborasi ini mencakup optimalisasi fasilitas di hotel-hotel Makkah. “Kami mendorong sinergi dengan BULOG dan BPKH Limited untuk memastikan kualitas layanan konsumsi, tata kelola hotel, serta optimalisasi nilai ekonomi,” tuturnya.
Baca Juga: Maros Mengejar Lumbung: Ambisi Bulog Menuju Swasembada 2026
Di sisi lain, BPKH Limited bertugas mengawal agar tata kelola komersial di Arab Saudi berjalan tertib secara legalitas dan profesional. Sebagai “perpanjangan tangan” Indonesia di sana, mereka ingin identitas nasional berkibar melalui pengelolaan bisnis yang rapi.
“Kami berkomitmen mengibarkan identitas nasional melalui pengelolaan bisnis yang profesional,” kata perwakilan BPKH Limited.
Melalui diplomasi beras ini, pemerintah berharap jamaah tak lagi dirundung masalah selera makan saat menjalankan ibadah yang menguras fisik.
Sebuah ikhtiar untuk memastikan bahwa di tengah terik gurun, aroma nasi hangat dari tanah air tetap hadir menemani doa-doa mereka. (*)






