Sebanyak 88 karya yang menampilkan evolusi dari figur metaforis hingga bentuk abstrak baru akan dipajang hingga Mei 2026.
Penguatan SDM Lewat Sinergi Poltekpar dan ISI
Dalam kesempatan yang sama, Menpar menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Bali dan ISI Bali.
Baca Juga: Jelang Nyepi dan Lebaran, Menpar Widiyanti Sidak Kesiapan 165 Destinasi Wisata
Kerja sama ini difokuskan pada penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) pariwisata yang memiliki sensitivitas budaya yang tinggi.
“Pariwisata sangat erat hubungannya dengan kebudayaan. Karena itu, kolaborasi seperti ini menjadi sangat penting untuk memperkuat kualitas SDM pariwisata nasional,” tutur Widiyanti.
Rektor ISI Bali, I Wayan Adnyana, menjelaskan filosofi di balik nama kegiatan tersebut. “Kalangan” dimaknai sebagai ruang aktualisasi, sementara “Mahardika” melambangkan kemerdekaan yang diraih melalui proses pendakian intelektual dan artistik yang sungguh-sungguh.
“Terima kasih kepada semua pihak yang hadir. Dengan niat tulus, kami persembahkan kesungguhan ISI Bali untuk Indonesia,” ucap Wayan Adnyana menutup sambutannya.
Baca Juga: Antisipasi Dampak Geopolitik, Menpar Widiyanti Siapkan Lima Strategi Mitigasi
Melalui acara ini, ISI Bali memposisikan diri bukan sekadar lembaga pendidikan, melainkan inkubator kreatif yang menjaga denyut nadi pariwisata budaya Bali tetap hidup dan kompetitif. (*)






