URBANCITY.CO.ID — Diplomasi keranjang belanja, cara UMKM BISA Ekspor menembus sekat pasar global. Di balik layar monitor yang berpendar, seribuan pelaku usaha kecil di tanah air sedang mengadu nasib.
Sepanjang 2025, program Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (UMKM BISA Ekspor) garapan Kementerian Perdagangan berhasil menjembatani 1.217 pelaku usaha dengan para pembeli di mancanegara. Hasilnya lumayan: transaksi senilai USD 134,87 juta atau sekitar Rp2,1 triliun berhasil diamankan.
Menteri Perdagangan Budi Santoso—yang akrab disapa Busan—menyebut pencapaian ini sebagai bukti bahwa produk lokal punya taji di pasar internasional.
“Kemendag membuka akses langsung UMKM ke pasar global melalui penjajakan bisnis (business matching). Capaian ini membuktikan UMKM Indonesia punya kesempatan bersaing untuk diterima di pasar internasional,” ujar Busan dalam keterangan resminya.
Baca Juga: Bio Farma Dorong UMKM Kreatif Naik Kelas di INACRAFT 2026
Sepanjang tahun lalu, tercatat 622 kegiatan penjajakan bisnis digelar, mayoritas melalui ruang-ruang virtual.
Uni Emirat Arab menjadi mitra paling royal, disusul Hungaria, Hong Kong, Malaysia, dan Korea Selatan. Urusan lidah masih menjadi magnet utama; produk makanan dan minuman mendominasi hampir 30 persen dari total presentasi bisnis, diikuti komoditas perkebunan dan furnitur.
Namun, program ini tak sekadar soal angka. Kemendag mencoba menyentuh sisi inklusivitas dengan menggelar business matching tematik.
Ada panggung khusus bagi pelaku usaha disabilitas yang produk kerajinannya dipromosikan hingga ke Santiago, Chile, dan Berlin, Jerman.




