Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, merinci bahwa beras tersebut harus memenuhi syarat teknis tinggi untuk menjaga rasa dan keawetan selama di pengungsian atau maktab.
“Kami diminta menyiapkan beras premium dengan tingkat pecahan hanya 5 persen dan kadar air 14 persen, bahkan di bawah 14 persen,” ujarnya.
Baca Juga: BULOG Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas Pangan Jelang Ramadhan
Bagi Rizal, misi ini mengemban beban moral yang besar. Ekspor Beras Haji 2026 dianggap sebagai tonggak diplomasi pangan sekaligus penegasan bahwa Indonesia sanggup bersaing di pasar global dengan produk unggulannya sendiri.
“Ekspor beras haji ini bukan sekadar harga atau nominal, melainkan harga diri bangsa. Ini adalah simbol kemandirian pangan dan kebanggaan nasional,” tegas Rizal. (*)





