Persediaan tersebut dinilai sangat memadai untuk melayani kebutuhan masyarakat selama masa puncaknya nanti.
Mengenai Minyakita, Bulog memastikan distribusi kini mengikuti skema Domestic Market Obligation (DMO) sebesar 35 persen. Untuk memotong rantai distribusi yang panjang, penyaluran kini dilakukan langsung oleh BUMN Pangan tanpa melalui distributor pihak ketiga agar lebih efisien.
Baca Juga:Â Target Pasar Haji 2026: Importir Arab Saudi Respon Positif Rayuan BULOG, Beras Pulen RI
“Minyakita ini disalurkan langsung dari gudang BULOG ke pasar-pasar SP2KP dengan harga Rp14.500 per liter dari gudang dan dijual kepada masyarakat sesuai HET Rp15.700 per liter. Skema ini memberikan margin yang wajar bagi pengecer sekaligus menjaga harga tetap stabil di tingkat konsumen,” tambah Ahmad Rizal Ramdhani.
Guna mengantisipasi lonjakan permintaan saat Lebaran, Bulog meningkatkan pasokan Minyakita dari rata-rata 30.000 kiloliter menjadi 70.000 kiloliter per bulan.
Melalui penguatan distribusi ke pasar-pasar SP2KP di seluruh Indonesia, Bulog berkomitmen menjaga keterjangkauan harga dan memastikan kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi. (*)






