Kekalahan ini menjadi cermin bagi Garuda Jaya. Menurunkan pemain muda memang investasi masa depan, namun inkonsistensi masih menjadi penyakit kronis.
Baca Juga: Proliga 2026 Seri Malang, Laju Megatron dan Kudeta di Ken Arok
Pelatih Garuda Jaya, Nur Widayanto, tak menampik realitas tersebut. “Pemain kami terdiri dari pemain-pemain muda, dan selalu tidak stabil,” ucapnya lirih usai laga.
Senada dengan sang pelatih, penggawa Garuda Jaya, Fauzan Nibras, mengakui rapuhnya mentalitas tim di bawah tekanan. “Ya itulah kami, semua pemain muda yang kadang bermain tidak stabil,” kata Nibras.
Bagi Reidel Toiran, kemenangan ini adalah hasil dari kalkulasi yang matang. Strategi rotasi besar-besaran tidak hanya menjaga kebugaran bintang utamanya, tapi juga memoles jam terbang skuad cadangan.
“Kami sudah mempersiapkan tim ini sejak lama. Dan kemenangan hari ini cukup wajar,” ujar Toiran dengan nada datar khasnya. Bagi Rizal dan kolega, kemenangan ini adalah pembuktian diri. “Kemenangan hari ini tentu memacu semangat kami untuk berprestasi lebih jauh,” katanya. (*)






