Namun, di titik kritis inilah kematangan mental diuji. Setelah melewati drama lima kali deuce yang menyesakkan dada, LavAni berhasil mengunci kemenangan tipis 30-28.
Dominasi berlanjut di set ketiga. Meski Samator sempat unggul 11-7 berkat sokongan suporter Bojonegoro, kecerdikan Jasen Kilanta dalam mengacak-acak ritme permainan membuat LavAni kembali memegang kendali hingga menutup laga dengan skor 25-20.
Baca Juga: Ambisi Regenerasi di Kandang Bojonegoro, Samator: Sapu Bersih Poin Proliga 2026
Strategi Menuju Final Four

Kemenangan ini bukan sekadar soal angka, melainkan ajang eksperimen taktik. Asisten pelatih LavAni, Erwin Rusni, mengungkapkan bahwa pelatih David Lee mulai berani mengutak-atik komposisi pemain.
“Pelatih sempat melakukan rotasi pemain untuk mencoba pemain menghadapi final four nanti. Rotasi itu dilakukan agar semua pemain siap main di final four,” ujar Erwin usai laga.
Di sisi lain, manajer Surabaya Samator, Hadi Sampurno, legawa menerima kekalahan meski menyayangkan momentum yang hilang di set kedua. “Di atas kertas tim Samator itu di bawah LavAni. Sayang set kedua itu bisa kita ambil,” tutur Hadi. (*)






