“Sentra ini kami dorong sebagai rumah produksi bersama sekaligus wahana peningkatan kapasitas pelaku IKM, mulai dari akses fasilitas produksi, pelatihan teknis, hingga penguatan manajemen usaha,” ungkap Reni saat peresmian Sentra Industri Fesyen Seri Kuala Lobam di Kabupaten Bintan, pekan lalu.
Baca Juga: Produk Fesyen Lokal Bersaing di Pasar Global, Kuncinya Berani Berinovasi
Reni sebut, industri fesyen berkontribusi besar pada ekonomi. Data Kemenperin tunjukkan, ada sekitar 590 ribu unit usaha pakaian jadi yang serap 1,2 juta tenaga kerja. Pengembangan sentra ini jadi langkah kuatkan peran sektor itu.
“Oleh karena itu, pengembangan sentra IKM menjadi langkah konkret untuk memperkuat peran sektor tersebut dalam struktur industri nasional,” imbuhnya.
Dukungan datang dari DAK fisik 2024-2025 untuk infrastruktur, plus DAK nonfisik 2025 untuk kapasitas kelembagaan.
Sentra ini punya keunggulan: fasilitas modern, lokasi strategis di Free Trade Zone (FTZ) Kuala Lobam dengan bea ekspor-impor nol persen, dan dekat dengan pasar utama seperti Malaysia, Singapura, dan Filipina. Ini bantu efisiensi logistik dan dorong ekspor.
Baca Juga: Perkuat Ekosistem Fesyen, Menparekraf: Kontribusi Terhadap Ekonomi Rp225 T
“Keunggulan tersebut diharapkan dapat menjadi katalis bagi pelaku IKM fesyen di Kabupaten Bintan untuk meningkatkan daya saing dan memperluas akses pasar ekspor,” ungkapnya.
Acara peresmian dihadiri Wakil Bupati Bintan Deby Maryanti, Ketua Dekranasda Kabupaten Bintan Fiven Sumanti, dan pejabat daerah. Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan Ditjen IKMA Budi Setiawan bilang, sentra ini sudah beroperasi rutin dan dapat skor 4 dari 5 pada triwulan IV 2025.






