Baca Juga: WWF ke-10 Pacu Geliat Sektor Parekraf, PHRI: Layanan Amenitas Kami Terbaik
Selain itu, PHR telah mengebor sembilan sumur eksplorasi, mereaktivasi 1.200 sumur dan 62 struktur, serta mengembangkan Chemical EOR (CEOR) di lima ladang utama: Minas, Bangko, Bekasap, Balam South, dan Petani, yang berpotensi tambah cadangan minyak.
Di bidang ketenagakerjaan, PHR mempekerjakan 1.829 orang dan menciptakan 42.647 lapangan kerja di Riau.
“Kami berkomitmen dalam menjaga keberlanjutan produksi migas tentunya dengan prinsip-prinsip keselamatan dan peduli terhadap lingkungan. Sejumlah inovasi dan upaya yang dijalankan saat ini tak lain untuk mendukung target produksi migas dalam menjaga ketahanan energi nasional,” kata Arifin.
Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya mengapresiasi langkah PHR menjaga energi nasional di ladang tua. Ia menilai teknologi sebagai kunci keberlanjutan produksi, terutama fase EOR.
“Ini adalah pionir di Indonesia, khususnya metode steam flood yang membuat crude bisa terpompa naik secara optimal. Kami berharap ada terus inovasi tambahan dan terobosan baru selain infill drilling untuk menghadapi situasi lapangan yang mature ini,” ujarnya.
Baca Juga: SKK Migas – KKKS Gelar Lomba Karya Jurnalistik Hulu Migas 2025
Komisi XII DPR RI juga menekankan keseimbangan antara energi nasional, lingkungan, dan manfaat ekonomi daerah. Diskusi ini mendukung kebijakan investasi hulu migas.
Anggota Komisi XII dari Daerah Pemilihan Riau I, Iyeth Bustami, menanyakan komitmen PHR terhadap lingkungan, mengacu laporan kontaminasi minyak dari masa lalu.






