“Kecewa – kami menciptakan cukup banyak peluang dan memiliki cukup banyak kesempatan dalam pertandingan. Peluang besar untuk unggul 2-0 dan kami mendapat satu penalti, tetapi tidak yang lainnya,” ujar Carrick kepada BBC.
Eks gelandang MU itu menyebut keputusan wasit sulit dinalar. “Sebenarnya itu persis sama – tarikan dua tangan. Dia (wasit) salah satu, jadi saya tidak tahu yang mana tetapi tidak memberi kami penalti yang kedua,” tegas Carrick.
“Saya pikir keduanya adalah penalti dan itu adalah momen penting dalam pertandingan dan berakhir dengan kekacauan setelah itu. Momen penting dan saya tidak mengerti bagaimana Anda bisa memberi satu dan tidak yang lainnya – itu gila,” imbuhnya.
Baca Juga: Tahan Imbang Persib 1-1, Borneo FC Yakin Peluang Juara Masih Terbuka Lebar
Andy Cole: Pemain Bournemouth Gampang Jatuh
Nada sumbang juga datang dari legenda Manchester United, Andy Cole. Ia menilai penalti yang didapatkan Bournemouth tak lepas dari aksi teatrikal striker tuan rumah, Evanilson, yang dianggap terlalu mudah terjatuh saat bersentuhan dengan Harry Maguire.
“Kalau bicara soal pemain yang gampang jatuh, dia [Evanilson] memang gampang jatuh di kejadian itu,” ujar Cole.
Cole pun mempertanyakan standar ganda yang diterapkan pengadil lapangan terhadap insiden Amad Diallo.
“Sebagai manajer, tentu Anda akan kecewa, Bruno [Fernandes] juga kecewa. Kalau kita bedah masalahnya, apa sih perbedaannya? Saya paham soal kartu merahnya, tapi jika bicara tentang penaltinya sendiri, mengapa yang satu diberikan dan yang satunya lagi tidak?” pungkasnya.






