URBANCIY.CO.ID — Dua Langkah Hijau di Cilacap dan Glenmore, Ambisi Pertamina Memburu Swasembada Energi. Di ruang kaca Kantor Danantara, Jakarta, Jumat, 6 Februari lalu, sebuah tombol ditekan. Secara virtual, keriuhan berpindah ke dua titik: Cilacap di Jawa Tengah dan Banyuwangi di Jawa Timur.
PT Pertamina (Persero) resmi memulai groundbreaking dua proyek mercusuar hijau mereka—Biorefinery Cilacap dan Pabrik Bioethanol Glenmore—sebuah langkah yang diklaim sebagai fondasi swasembada energi masa depan.
Proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bagian dari agenda besar hilirisasi yang dipacu BPI Danantara. CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyebut transformasi ekonomi nasional bergantung pada kemandirian industri semacam ini.
“Melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah, BUMN, dan mitra strategis, hilirisasi akan menjadi fondasi penting dalam memperkuat kemandirian industri dan mendorong Indonesia menuju ekonomi yang lebih maju dan bernilai tambah tinggi,” ujar Rosan.
Baca Juga: Pertamina Drilling Raih Penghargaan HSSE untuk Operasi Risiko Tinggi
Di Cilacap, Pertamina bertaruh pada minyak jelantah. Pabrik pemurnian di sana dirancang mengolah limbah dapur itu menjadi Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau avtur hijau.
Direktur Strategi Portofolio dan Pengembangan Usaha Pertamina, Emma Sri Martini, menyebut proyek ini sebagai model ideal yang memberikan efek berganda.
Tak hanya menekan emisi hingga 600 ribu ton CO2, proyek ini diproyeksikan menyumbang PDB hingga Rp199 triliun per tahun.




