URBANCITY.CO.ID – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mencatatkan rapor hijau dalam operasional perseroan sepanjang tahun 2025.
Bank plat merah ini berhasil melakukan penghematan energi sebesar 559.194 Giga Joule (GJ) melalui serangkaian inisiatif efisiensi dan penguatan konsep bangunan ramah lingkungan di berbagai kantor fungsionalnya.
Capaian signifikan ini bersumber dari penurunan konsumsi listrik yang menjadi bagian integral dari strategi besar BNI dalam menekan emisi karbon.
Langkah ini menegaskan posisi BNI dalam mendukung transformasi menuju ekonomi rendah karbon di sektor perbankan nasional.
Baca Juga: BNI Tutup Layanan Internet Banking Mulai 21 April 2026, Nasabah Diminta Migrasi
Wakil Direktur Utama BNI, Alexandra Askandar, menyatakan bahwa hasil ini bukan sekadar angka, melainkan bukti konsistensi perusahaan dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam nadi operasional.
“Penurunan konsumsi energi ini mencerminkan konsistensi BNI dalam menjalankan berbagai program efisiensi energi sekaligus mendukung upaya pengurangan emisi karbon secara berkelanjutan,” ujar Alexandra dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 27 Maret 2026.
Dominasi Sertifikasi Green Building
Salah satu motor utama penghematan energi ini adalah penerapan konsep green building (bangunan hijau). Komitmen BNI dalam standarisasi infrastruktur ramah lingkungan telah mendapat pengakuan dari berbagai lembaga sertifikasi independen, baik di level nasional maupun internasional.
Menara BNI Pejompongan, misalnya, telah mengantongi sertifikasi Green Building Gold. Prestasi lebih tinggi diraih oleh Gedung Plaza BNI BSD yang menyabet sertifikasi Green Building Platinum dari Green Building Council Indonesia.




