Kapabilitas Manufaktur Dalam Negeri
Robby menekankan bahwa solusi untuk kebutuhan kendaraan tangguh ini sebenarnya sudah tersedia di dalam negeri. Ia mencontohkan pabrik Daihatsu di Sunter yang selama ini telah memproduksi Gran Max (Toyota Town Ace) versi 4×4 khusus untuk pasar ekspor ke Jepang.
Menurut kalkulasi A Salvo, industri otomotif nasional sangat mampu memenuhi kebutuhan hingga 440.000 unit kendaraan 4×4.
Baca Juga: Pasar Otomotif Awal 2026 Menguat, BYD Agresif Perluas Lini SUV Listrik
Dengan mengarahkan belanja APBN ke produsen dalam negeri, negara tidak hanya mendapatkan kendaraan yang sesuai dengan geografis Indonesia, tetapi juga memastikan perputaran modal tetap berada di ekosistem ekonomi nasional.
Langkah Kedaulatan Industri
Menutup narasinya, Robby mengajak pemerintah untuk belajar dari masa keemasan industri alat berat dan truk nasional, seperti kejayaan truk Perkasa produksi Texmaco di masa lalu. Penggunaan APBN secara strategis untuk mendukung produk lokal adalah bentuk nyata dari kedaulatan industri.
“Menggunakan APBN untuk memperkuat industri dalam negeri, baik melalui produsen yang ada sekarang maupun dengan membangkitkan kembali kejayaan kendaraan tangguh seperti Perkasa, adalah langkah kedaulatan yang nyata,” pungkasnya. (*)






