“Nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dalam tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari dan berkomunikasi sehingga menjadi budaya perusahaan,” tambah Ruby. Ia berharap prestasi ini menjadi pemantik semangat bagi seluruh tim untuk menjaga performa pada tahun-tahun mendatang.
Ownership dan Digitalisasi Dokumen
Manager Operation Planning & Engineering Regional 4, Nikmatul Khusnah Arthamin, menjelaskan bahwa kesuksesan ini merupakan refleksi dari rasa memiliki (ownership) yang kuat dari seluruh fungsi di Regional 4, mulai dari kantor pusat hingga lapangan.
Baca Juga: Teknologi USAT: Senjata Baru Pertamina EP Rantau Dongkrak Produksi Migas di Sumur Tua
Nikmatul menyebutkan bahwa proses sepanjang 2025 juga diperkuat melalui pendampingan (coaching) intensif agar setiap nilai tambah yang dihasilkan dapat terdokumentasi dengan baik sebagai bukti kinerja.
“Coaching dilakukan untuk mengoptimalkan jangan sampai ada inisiatif yang benar-benar menciptakan nilai tambah bagi perusahaan yang bertujuan meningkatkan efisiensi operasi, tapi tidak bisa terlapor terklaim. Karena ketidaklengkapan dokumen evidence,” jelas Nikmatul.
Menyongsong tahun 2026, Pertamina EP Cepu Regional 4 telah memulai pengumpulan inisiatif sejak triwulan terakhir tahun lalu.
Melalui kolaborasi program seperti Optimus, CIP, dan LCV di setiap zona, perusahaan optimistis dapat menjaga kesinambungan kinerja operasional yang efisien dan kompetitif di industri migas nasional. (*)






