“Jika diakumulasikan dari 16 lokasi, kita berbicara tentang potensi 800 hingga 1.600 lapangan kerja baru yang terbuka bagi masyarakat sekitar,” jelas Jatmiko. Ia menambahkan bahwa setelah beroperasi, setiap pabrik akan diawaki oleh tenaga ahli tetap, yang sekaligus menjadi sarana transfer teknologi biometana bagi talenta lokal.
Mendukung Target Net Zero Emission 2060
Secara teknis, setiap pabrik dirancang mampu memproduksi 75.000 hingga 200.000 MMBTu gas biometana per tahun. Inisiatif ini merupakan kelanjutan sukses dari proyek percontohan di PKS Tinjowan, Simalungun, yang ditargetkan beroperasi penuh pada kuartal IV 2026.
Baca Juga: PTPN IV PalmCo Gelar Apel K3 Nasional Riau 2026, Tekankan Kolaborasi Zero Accident
Langkah strategis ini juga menjadi sumbangsih nyata PTPN IV PalmCo dalam mengejar target Net Zero Emission (NZE) Indonesia tahun 2060.
“Jika ke-16 pabrik ini beroperasi penuh, kami mengestimasi potensi pengurangan emisi karbon mencapai 350.000 Ton CO2 ekuivalen (CO2e) per tahun. Ini angka yang sangat besar dan menjadi kontribusi nyata PTPN IV PalmCo untuk Indonesia yang lebih bersih,” tutup Jatmiko. (*)






